Home > Info > Client Dan Server Side Scripting

Client Dan Server Side Scripting

February 12, 2014 Leave a comment Go to comments

       Selamat sore broo kita awali dengan doa bismillah.. oke sekarang kita berbicara tentang “client dan server side scripting” Apa itu client dan server side scripting. kita bahas di bawah ini:

Client Side Scirpting

       Client Side Scripting adalah salah satu jenis bahasa pemrograman web yang proses pengolahannya di lakukan di sisi client. Proses pengolajan client side scripting dilakukan oleh web browser sebagai client-nya. Di dalam web browser terdapat library yang mampu menerjemahakan semua perintah di halaman web yang menggunakan client side scripting. Library ini secara teknis disebut sebagai web engine. Masing-masing web browser memiliki web engine yang berbeda beda. Itu lah mengapa script yang sama dapat ditampilkan dengan layout berbeda-beda di web browser yagn berbeda, karena masing-masing web engine menggunakan metode penerjemah ang berbeda. Untuk menghindari hal tersebut maka gunakanlah web browser yang telah mengikuti standar dan telah disertifikasi oleh word wide web consortium (W3C). Selain itu gunakanlah style penulisan perintah client side scripting yang standar sesuai dengan W3C. Misal untuk penulisan HTML gunakanlah style penulisan Extensible Hypertext Markup Language (XHTLM) yang sudah menjadi standar internasional. Berikut adalah contoh-contoh client side scripting: Hypertext Markup language (HTML), Extensible Hypertext Markup Language (XHTML), Cascanding Style Sheet (CSS), Javascript, Extensible markup Language (XML).

Kesimpulannya adalah client side scripting pemrosesannya dilakukan di sisi client yang dalam hal ini komponen client-nya adalah web browser dan komponen servernya adalah web server. Konsep client-server di sini tidak harus di pisahkan secara fisik, yaitu harus ada komputer client an harus ada komputer sever yagn terpisah dan di hubungkan melalui jaringan. Mungkin saja client-servernya adalh secara lijik, yaitu komponen client (web browser) dan server ( web server) berada di satu komputer yagn sama (localhost). Prosesnya terpisah secara lojik tetapi fisiknya berada dalam satu mesin/komputer yang sama.

Kelebihan Client Side Scripting

  •     Mudah untuk di pelajari dan di gunakan, artinya untuk memepelajari Client Side Scripting cuku mudah.
  •     Tidak membutuhkan pengetahuan pemrograman yang tinggi atau pengelaman pemrograman yang cukup ahli.
  •     perubahan dan pemrosesan kode programnya lebiih cepat karena dilakukan langsugn di sisi client/komputer host tampa perlu melakukan proses di sisi server melalui jaringan internet. Artinya kode sumber tersebut di kirim ke server melalui jaringan internet untuk dilakukan di browser yang terinstal di komputer client. Tentunya hal ini dapat terjadi jika spesifikasi komputer hos cukup tinggi untuk melakukan pemrosesannya karena semua kode sumber akan di proses menggunakan sumber daya yang ada di komputer host.
  •     Mampu menampikan layout dan design halaman web yang lebih interaktif dan user friendly. User dapat berinteraksi dengan halaman web melalui form isian yang dis sediakan.

       Kelemahan Client Side Sciprting

  •     kode programnya dapat di lihat melalui browser, sehingga dapat di katakan tidak aman jika konteksnya adalah ingin melindungi kode sunbernya dari pihak lain. Melalui menu view page source yang ada di browser, maka user dapat malihat kode sumber dai dokumen web tersebut di internet.
  •     Karena pemrosesannya dilakukan si sisi client host maka semua sumber daya yang ada di komputer hosr tersebut (memory,CPU Usage) akan di gunakan secara maksimal. Hal ini mengakibatkan client side scripting sangat tergantung pada spesifikasi komputer host (machine dependent). Maksudnya, jika spesifikasi komputer host rendah (memory, CPU, Storage media) Maka dokumenweb yang menggunakan client side scripting akan lambat di proses. Sebaliknya jika spesifikasi komputer hos tinggi maka pemrosesannya dokumen web akan cepat.
  •     Masalah kompatibilitas web browser menjadi isu yang perlu di perhatikan. Kerena beberapa web browser menggunakan web engine yang berbeda maka ada kemungkinan client side scripting akan di terjemahkan berbeda oleh masing-masing web browser tersebut. Jadi, sengat disarankan agar dokumen web yang di bat menggunakan client side scripting di uji coba lebih dulu di web browser yang populer.
  •     Minim fitue untuk pengaksesan ke sumber daya komputer. Misalakn untuk menuliah sebuah file di komputer, membaca isi file, membuat file direktori di hardisk komputer, dan mengakses port-port di komputer tidak dapat dilakukam oleh client side scripting.

Server Side Scripting
Server Side Scripting adalah bahasa pemrograman web yang pengolahannya di lakukan di sisi server. Maksud server di sini adalah web serer yang didalamnya telah mengintergrasikan komponen web engne. Tugas web engine adalah memproses semua script yang termasuk kategori client side scripting di dalam dokumen web. Web engine biasanya harus di instal di komputer terlebih dahulu sebagai bagian terpisah dari web server. Server side scripting adalah HTML embedde. Maksudnya adalah semua server side scripting dapat disisipkan ke dalam dokumen web yang menggunakan HTML atau sebaliknya. Berikut adalh contoh server side scripting, yaitu:

  •     Active Server Pages (ASP), adalah bahasa pemrograman web melik microsoft yang berbayar, web engine yang mampu memproses ASP adalah ASP engine yang terdapat satu paket di dalam web server internet information service (IIS) atau terdapat dalam web server personal web server (PWS). Web server ISS hanya dapat dijalankan di platform berbasis windows ( Windows NT 4.0, Windows Xp, Windows 7, Windows Server). Windows PWS hanya dapat berjalan pada windows 95/98. Kedua aplikasi web server tersebut dapat di temukan di dalam CD Instaler masing-masing windows. Web server IIS dan PWS merupakan apllikasi tabahan yang harus diinstal tersendir dan tidak otomatis terinstal  ketika proses instalasi indows di lakukan. Jenis Script yagn digunakan untuk Asp adalah VBScript dan Jscript (javaScript yang di kebangkan secara khusus leh Micrsoft.
  •     PHP: Hypertext Preposessor adalah bahasa pemrograman web berbasis open source. Penemunya adalah Rarmus Lerdorf pada tahun 1995. Pemrosesan script PHP dilakuakan oleh PHP engne yang harus dinstalsecara terpisah. Web server yang mendukung PHP adalah web server Apache dan web server IIS. Untuk webserver IIS harus dilakukan beberapa pengaturan terlebih dahulu. Hal ini dikarenankan web server IIS produk buatan Microsoft sementara PHP adalah produk open source sehingga untuk bsa berjalan di lingkungan web sercer windows maka PHP perlu di perkenalkan terlebih dahulu.
  •     Java server Pages (JSP) adalah bahasa perograman web berbasis server side scripting yang berbasisi platform java. Jadi perintah-perintah dalam JSP sama dengan bahasa pemrograman java. Web yang mendukung JSP adalah web server Apache Tomcat.

    Kelemahan Server Side Scripting

  •     Karena semua pemrosesan dilakuakan di sisi server maka dibutuhkan spesifikasi komputer server yang cukup tinggi agar dapat memprosesserver side scripting secara tepat. Karena itu di butuhkan investasi yang tidak sedikit untuk pengadaannya.
  •     Dibutuhkan kemampuan pemrograman yang baik untk mempelajari server side scripting
  •     Tidak memiliki kemampuan untuk membuat layout/desain halaman web yang menarik

    Kelebihan Server Side Scripting

  •     Aman, Hal ini keranan kode sumber server side scripting di simpan di web server yang ada di sisi server, sehingga user/pengunjung tidak dapat meluhat kode sumber server side scripting dari sisi client/web browser. Hal ini berbeda dengan client side scripting yang dapat di lihat kode sumbernya dari sisi web bwoser.
  •     Menimimalkan trafic di jaringan. Pada saat user melakukan request ke server maka yang di kirimkanke user adalah hasil pemrosesannya saja. Karena pemrosesan dokumennya sudha di lakukan di sisi server, maka data yang mengalir dari client ke server atau sebaliknya adalah relatif kecil dan tidak membebani bandwith di jaringan.
  •     Pemrosesannya lebih cepat karena spesifikasi hardware untuk mesin server biasanya lebih tinggi (bisa menjadi kelemahan juga)
  •     Mampu mendukung banyak program basis data/database management system (DBMS)
  •     Mampu mengelola sumber daya yang ada di komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak lainnya.
  •     Mampu di jalankan di semua sistem operasi ( cross platform).
  •     Tidak bergantung pada jenis web browser yang akan di gunakan, karena semua script di kelola di sisi server/web server.
Advertisements
Categories: Info
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: